oleh Joaquin ROMERO
Artikel 2: Langkah ke-2 Meningkatkan Hill of Value
Setelah mine planner menentukan wilayah terbaik untuk memulai dan arah penambangan yang sesuai untuk serangkaian pushback berikutnya dari sebuah tambang terbuka, saatnya untuk mulai memikirkan skala produksi dan ukuran pabrik produksi. Tetapi sekali lagi, pertanyaan yang sama muncul: bagaimana Anda dapat merencanakan rencana skala produksi yang diandalkan ketika Anda belum mengetahui apa yang ada di bawah permukaan bumi dan harga logam serta sumber daya lain tidak konstan?
Strategic Mine Planning mengukur dan menganalisa berbagai kemungkinan skala produksi untuk menentukan produksi yang optimal, lalu kemudian berupaya menentukan rencana skala produksi yang mampu beradaptasi dengan perubahan strategi dan variabel selama masa Life-of-Mine (LOM). Ketika Anda melakukan ini dengan benar, maka rencana skala produksi dapat menghasilkan peningkatan NPV hingga 20%.
Pendekatan Hill of Value
Karena setiap deposit mineral ada dalam lingkungan geografis, sosial dan ekonomi tertentu, seorang mine planner umumnya akan memiliki tiga keputusan utama yang harus dibuat: metode penambangan (yang mencakup urutan), rate produksi, dan cut-off grade. Karena ketiga keputusan ini saling terintegrasi satu sama lain, mengubah salah satunya akan mengubah nilai dari dua keputusan lainnya.
Misalnya, karena factor kuantitas bijih, metode penambangan dan rate produksi yang layak dapat bervariasi secara signifikan dengan cut-off grade, cut-off grade menjadi pendorong utama nilai operasi.
Hill of Value adalah sebuah pendekatan yang mengasumsikan hal-hal sebagai berikut:
berdasarkan teori pengoptimalan nilai cut-off grade, standar titik impas atau incremental cut-off grade mungkin tidak cocok untuk setiap proyek
skala produksi yang berbeda memiliki modal dan biaya operasi yang berbeda juga, oleh karena itu semakin tinggi kapasitas penambangan dan pengolahan akan membutuhkan penyesuaian modal
proyek tambang yang optimal adalah proyek yang mencapai keseimbangan yang tepat antara cut-off grade dan rate produksi.
Dengan kata lain, Hill of Value memaksimalkan nilai dengan menetapkan kapasitas produksi yang paling tepat (membuat tambang dan pabrik pengolahan dengan biaya yang sesuai dan ukuran yang tepat) dan dengan mengoptimalkan strategi cut-off.
Skala produksi dan de-bottlenecking
Untuk menetapkan kapasitas produksi yang paling tepat, mine planner harus membuat rencana produksi yang akan memastikan deposit diekstraksi pada skala yang memanfaatkan nilainya dengan maksimal. Secara umum, ketika pemrosesan bijih diperlukan dan tidak dijual secara langsung, mine planner menentukan throughput dari pabrik pengolahan sebagai bottleneck karena kompleks pabrik pengolahan memiliki biaya modal dan biaya marjinal tertinggi.
Secara tradisional, mine planner telah mengatasi bottleneck dengan memperluas kapasitas penambangan atau pemrosesan untuk meningkatkan throughput, sambil mempertimbangkan parameter desain strategis lainnya (seperti cut-off grade) sebagai konstanta. Namun, pengoptimalan semacam ini terbatas, karena tidak memperhitungkan fakta bahwa dengan memodifikasi strategi desain lain seperti cut-off grade, tambang berpotensi mencapai NPV yang lebih tinggi.
Meningkatkan Hill of Value
Dengan menggunakan software Strategic Mine Planning (GEOVIA Whittle) dan software otomasi proses (SIMULIA), mine planner dapat memetakan dan meningkatkan Hill of Value dengan mengotomatiskan ribuan skenario berdasarkan rate penambangan, kapasitas produksi, CAPEX dan OPEX yang sesuai, dan cut-off grade. Setiap skenario kemudian menghasilkan perencanaan tambang baru dengan jadwal produksi baru.
Setelah menentukan urutan pushback (Pada Artikel 1), mine planner pertama-tama harus menentukan rentang untuk domain model, biasanya dibatasi oleh definisi perusahaan tentang investasi maksimum dan ukuran operasi minimum. Program pemodelan tingkat lanjut, seperti GEOVIA Whittle, dapat membantu perencana menghasilkan beberapa skenario rencana tambang, di mana setiap skenario akan menghitung NPV untuk kapasitas pabrik yang berbeda dan biaya yang sesuai, lalu kemudian mengevaluasinya terhadap pengolahan bijih yang ditentukan dari cut-off grade marjinal. Hal Ini akan memberikan berbagai kapasitas pabrik yang dapat memaksimalkan nilainya.
Mine planner juga dapat memilih untuk menerapkan noise dari variabel eksternal ke setiap skenario. Misalnya, dengan menggunakan kemungkinan harga komoditas yang berbeda, perencana dapat menghasilkan hasil rata-rata (atau lainnya) dan variabilitas untuk setiap konfigurasi parameter desain strategis – kunci untuk mengukur ketahanan rentang pemrosesan yang dipilih terkait dengan harga komoditas.
Langkah selanjutnya adalah mengevaluasi rentang laju pemrosesan yang tetap terhadap laju penambangan dan cut-off grade yang bervariasi untuk menyesuaikan urutan dan memprioritaskan ekstraksi bijih berkualitas tinggi. Dari hal tersebut, mine planner dapat menggunakan pemodelan tingkat lanjut untuk memvisualisasikan nilai permukaan dengan menunjukkan hubungan antara cut-off grade, kapasitas produksi dan nilai, dan akhirnya, mengidentifikasi titik pada nilai permukaan tersebut yang akan menghasilkan nilai maksimum.
Kesimpulan
Pemodelan tingkat lanjut memungkinkan mine planner untuk mengidentifikasi tinggi nilai (maksimum atau rata-rata) dan skenario variabilitas rendah untuk mencari perencanaan yang kuat, sembari melacak KPI relevan lainnya. Dengan perbandingan tersebut, perencana akan dapat menemukan keseimbangan terbaik antara investasi dan nilai, dan untuk membuat rencana skala produksi masa depan yang stabil.
Khususnya, pendekatan ini memungkinkan perencana untuk:
menentukan skala produksi secara akurat dengan membandingkan ribuan skenario
menilai semua opsi yang tersedia melalui intuitive 3D-surface Hill of Value
menyertakan penilaian resiko dengan menambahkan gangguan dari variabel yang tidak terkontrol ke dalam proses
memberikan masukan yang diperlukan untuk langkah selanjutnya, optimalisasi jadwal produksi, dan
bergantung pada tingkat pengoptimalan saat ini, dapat menghasilkan peningkatan NPV hingga 20%.
Sumber: 3DS Blog