Oleh Pooja JAIN

Melalui solusi Strategic Mine Planing milik Dassault Systèmes GEOVIA, perusahaan tambang dapat memastikan ekstraksi sumber daya yang optimal, memaksimalkan nilai sumber daya yang semakin langka dan dengan meningkatkan keyakinan perencanaan operasional tambang di tengah ketidakpastian harga komoditas.

Di Bagian 1, kami menjelaskan perbedaan antara perencanaan (mine plan) dan penjadwalan (schedule), serta perbedaan antara Strategic Mine Planning dan Tactical Mine Planning. Kami juga membahas pendekatan dalam menentukan reserve dan strategi  terarah.

Penetapan Skala Produksi yang Optimal

Setelah menentukan wilayah permulaan tambang terbaik dan arah pushback yang sesuai, perencana tambang perlu membuat rencana skala produksi yang dapat beradaptasi dengan perubahan permintaan selama umur tambang, dan membuat tiga keputusan utama yaitu: urutan penambangan, cut-off grade dan tingkat produksi. Semua keputusan ini saling berkorelasi satu sama lain, sehingga jika ada perubahan pada salah satu keputusan akan mengubah dua keputusan lainnya.

Dengan Hill of Value, kita dapat memvisualisasikan nilai awal berdasarkan cut-off grade dan tingkat produksi sekaligus mengidentifikasi titik pada nilai awal yang dapat menghasilkan nilai maksimal.

Dengan menggunakan GEOVIA Whittle dan SIMULIA sebagai alat otomatisasi proses, perencana tambang dapat menjalankan 9.680 sekuens dengan berbagai tingkat produksi, cut-off grade, dan harga ekonomi dan pasar dalam waktu kurang dari sehari.

Mengoptimalkan Jadwal Produksi yang Strategis

Dalam pendekatan ini, perencana tambang sekarang dapat mengidentifikasi blok mana yang akan ditambang, kapan harus menambang dan ini akan menimbulkan pertanyaan: “Bagaimana mengoptimalkan strategi jadwal produksi yang sejalan dengan kendala, baik teknis maupun operasional, dan juga memaksimalkan nilai (Net Present Value)?”

Jawabannya? Untuk memahami kebutuhan apa yang dapat dioptimalkan dalam jadwal produksi tambang — jadwal penambangan itu sendiri, cut-off grade, stockpiling dan blending.

Mengoptimalkan jadwal dapat memaksimalkan Net Present Value (NPV) dengan mengidentifikasi material apa yang akan ditambang dari pushback yang dihasilkan dan kapan ini akan mempengaruhi pendapatan tambang dan biaya pengerjaan. Penggunaan algoritma Milawa di GEOVIA Whittle membantu menentukan “apa dan kapan” langkah selanjutnya yang akan dilakukan.

Optimasi cut-off grade yang banyak digunakan adalah teori Lane. Teori tersebut menyatakan, “Material bernilai rendah akan dibuang bahkan jika berada di atas cut-off grade marginal. Ini akan meningkatkan NPV tambang karena tambang akan menghabiskan lebih banyak waktu lebih awal untuk memproses bijih dengan kualitas lebih tinggi yang seharusnya ditambang dan diproses pada akhirnya.”

Pencampuran bahan galian dapat meningkatkan nilai yang akan didapat. GEOVIA Whittle menyediakan “tempat pencampuran”, yang memungkinkan perencana tambang menggunakan model yang ada tanpa perlu mengklasifikasi ulang data model blok secara manual untuk mencapai pencampuran yang paling sesuai.

Memperkirakan Resiko Rencana Strategic Mine Plan Anda

Perencana tambang memperkirakan resiko dalam rencana menggunakan beberapa skenario. GEOVIA Whittle sendiri menghasilkan puluhan skenario. Ribuan skenario dapat dibuat menggunakan Alur Kerja Strategic Mine Planing GEOVIA, dikombinasikan dengan GEOVIA Whittle dan SIMULIA.

Selain itu, alur kerja Strategic Mine Planing yang dimiliki GEOVIA memungkinkan perencana untuk memperkirakan resiko di setiap langkah alur kerja dengan menggabungkan kumpulan variabel yang tidak terkontrol. Ini juga memungkinkan perencana tambang untuk “menggunakan ketidakpastian analisis untuk menentukan keakuratan definisi final pit dan pushback serta skala dan jadwal produksi,” kata Romero.

Selanjutnya, Monkhouse dan Yeates, pada Beyond Naïve Optimization (2007) mengatakan bahwa, terdapat lima sumber ketidakpastian:

  • Orebody

  • Pemrosesan

  • Kondisi Pasar

  • Discount Rate

  • Perubahan teknologi

Memperkirakan resiko yang terkait dengan pemrosesan, pasar, dan discount rate lebih mudah dibandingkan dengan ketidakpastian orebody karena tidak memerlukan penggunaan simulasi bersyarat.

Namun, penggunaan simulasi Monte Carlo memungkinkan untuk mengatasi ketidakpastian orebody dengan mudah dengan memasukkan variabel input “yang akan dinilai” ke dalam optimisasi pit bersamaan dengan melakukan rutinitas optimalisasi untuk setiap skenario, yang menghasilkan set shell pit.

Dari beberapa penelitian, Strategic Mine Planing GEOVIA memungkinkan pelanggan untuk dapat meningkatkan NPV dari 10% menjadi 50% dan mengurangi stripping ratio sebesar 16-20%, menghasilkan biaya penambangan yang lebih rendah. Ini juga meningkatkan akurasi perkiraan nilai sebesar 30%, mengurangi biaya pengembangan sebesar 10%, menemukan skenario kinerja terbaik, dan menghemat waktu dengan memotong waktu proses manual selama satu bulan menjadi proses semi-otomatis selama tiga hari.

Dengan Strategic Mine Planing Dassault Systèmes GEOVIA, pelanggan dapat berfokus pada pentingnya menganalisis hasil dan membuat keputusan.

Sumber: 3DS Blog