Oleh Gustavo PILGER

Dalam berbagai macam tantangan yang terdapat pada industri pertambangan berikut dengan semua peluangnya, teknologi Cloud merupakan platform kunci yang dapat mendukung digital transformation yang sebenarnya.

Teknologi Cloud computing memiliki potensiuntuk merubah masa depan pertambangan dengan kemampuannya yang dapat memungkinkan elektrifikasi dan otomatisasi, virtual twin, keberlanjutan, kolaborasi, stakeholder engagement, dan generasi baru pekerja yang awam dunia digital.

Teknologi cloud memungkinkan kontinuitas data dapat terintergasi dengan baik. Infrastruktur cloud computing dapat menyediakan konektivitas dengan kapasitas bandwidth yang besar dan cepat. Walaupun belum dapat diakses semua orang dan di mana saja, bukan tidak mungkin teknologi tersebut akan hadir segera.

Satelit di Luar Angkasa

Satelit dapat mengubah cara penambang dalam mengeksplorasi, mengekstraksi, mengotomatisasi dan bahkan untuk menjual serta memasarkan sumber daya alam, penulis 2021 Accenture report berpendapat bahwa “Pertambangan adalah pasangan yang sangat logis untuk industri satelit.”

Dikombinasikan dengan menggunakan drone, satelit dapat menyediakan komunikasi broadband off-grid, gambar beresolusi tinggi, dan layanan geo-positioning yang presisi untuk membantu berbagai aktivitas pertambangan, termasuk dalam pemonitoran berbagai macam alat secara otomatis dan sistem peringatan dini untuk keselamatan dan insiden linkungan.

Sejak Juni 2021, lebih dari 6.500 satelit mengorbit bumi di berbagai ketinggian dan sudah setengahnya tidak aktif lagi. Biaya konstruksi dan peluncuran akan diprediksi mendorong angka tersebut lebih tinggi lagi. Pada tahun 2025, sebanyak 1.100 satelit dapat diluncurkan setiap tahunnya, menurut 2020 State of the Satellite Industry Report oleh Satellite Industry Association (SIA). Sedangkan pada tahun 2029, SIA memperkitakan sekitar 30.000 satelit akan mengorbit, atau bahkan mungkin bisa lebih dari 100.000 satelit.

Lebih banyak satelit di dalam orbit yang disediakan oleh berbagai vendor dapat menurunkan “cost to play” secara signifikan, dengan berlangganan dan semua peralatan berbasis cloud menggantikan modal pengeluaran awal yang mahal untuk server dan peralatan komunikasi berbasis darat. Penambang dapat memutuskan untuk meluncurkan satelit mereka sendiri atau menyewa ruang satelit untuk perangkat mereka sendiri mengingat penurunan biaya peluncuran yang semakin terjangkau.

5G di Darat

Dengan semua kapasitas dalam orbit ini, penambang harus dapat mengelola lebih banyak data real-time di lapangan. Dengan adanya 5G dan Artificial Intelligence (AI), pemantauan jarak jauh dan kontrol proses secara otomatis merupakan target yang dapat dijangkau.

Sebagai bagian dari transisi tersebut, penambang perlu untuk menyediakan internet 5G broadband ke area pertambangan terpencil dimana akses internet biasanya tidak tersedia atau tidak dapat diandalkan. Dengan demikian, hal ini memungkinan analisa data secara real-time, digital twins, pengoperasi jarak jauh dan juga otomatisasi.

Sebagai contoh, program satelit yang dimiliki oleh Starlink SpaceX sudah dapat menyediakan akses internet broadband ke daerah yang terisolasi dan sulit untuk dijangkau. Dikarenakan transmisi jarak jauh harus menempuh perjalan bolak-balik dari luar angkasa, kecepatan yang digunakan Starlink saat ini adalah 150Mbps jauh lebih lambat daripada kecepatan gigabit dari fiber di Bumi, akan tetapi aplikasi teknologi ini sudah terbukti secara konsep. Satelit dan jaringan 5G memiliki potensi untuk menghadirkan teknologi cloud  pada industri pertambangan.

Pieces in Place

Dengan adanya teknologi cloud dan jaringan 5G, proses eksplorasi dan penambangan mineral dapat ditingkatkan dengan aspek geo-positioning dan geofisika yang lebih baik, visualisasi 3D lapangan, komunikasi jarak jauh dan analisis serta manajemen data yang didukung dengan teknologi cloud. Proses ekstraksi dapat dilakukan secara otomatis. Ore stockpiles dan volume limbah pembuangan dapat dipantau secara bersamaan dengan data survey dan pemetaan serta data kemiringan pit dan bendungan taiilings. Aktifitas pemrosesan dapat ditingkatkan seiring dengan analisa cuaca dan deteksi gas emisi. Aktivitas keamanan rantai pasokan, transportasi dan pemasaran juga dapat dipantau dan dikelola dengan lebih efisien.

Pada akhirnya, teknologi cloud dapat melindungi pengetahuan institusional yang berisiko hilang akibat pensiunnya para tenaga kerja yang berpengalaman dan teknologi yang sudah ketinggalan zaman dengan menggunakan format penyimpanan yang sulit untuk diterjemahkan dari perangkat lama.

Teknologi cloud platform memungkinkan virtual twin untuk menghubungkan system-sistem secara fisik, baik manusia maupun material ke sistem virtual sehingga pengetahuan kelembagaan dapat diarsip dengan baik dan kontinunitas informasi dapat terjamin dari potensi kehilangan.

Namun, dengan mempertimbangkan masa dengan dengan teknologi komunikasi yang canggih di mana teknologi cloud dapat diterapkan dimana saja dengan spesifikasi minimum yang diperlukan, konfigurasi sistem yang diaktifkan sepenuhnya oleh komputasi teknologi cloud mungkin tidak akan selalu cocok untuk setiap kebutuhan pada setiap industri pertambangan. Seperti yang sudah pernah dibahas pada artikel sebelumnya, tantangannya adalah mengetahui kapan, di mana, dan bagaimana menggunakan cloud berdasarkan keadaan yang berbeda pada setiap tambang dan tujuan spesifik yang dimiliki perusahaan tertentu.

Walaupun teknologi cloud merupakan kunci yang memungkinkan transformasi dalam industri pertambangan, adanya transisi manajemen tidak boleh dikesampingkan pada jalur transformasi ini. Bagi industri pertambangan, visi tambang yang terelektrifikasi dan otonom di mana solusi yang ditawarkan diuji secara virtual terlebih dahulu sebelum diimplementasikan dalam bentuk fisik merupakan representasi dari transformasi yang membutuhkan pola pikir berbeda yang juga melibatkan cara baru untuk mendeskripsikan permasalahan dan solusi yang inovatif untuk mengatasinya. Teknologi cloud adalah salah satu dari sekian banyak teknologi yang dapat digunakan.

 

Sumber: 3DS Blog