Oleh Peter GRAHAM

Pada bagian sebelumnya dari refrensi LithaNova, Mina Vieja mengkonfirmasi bahwa kondisi geologi ladang salar yang akan mereka sewa dari pemerintah Republik Chili sudah sesuai dengan rencana proses ekstraksi lithium berkelanjutan yang sudah diusulkan sebelumnya, dan membuktikan bahwa mereka dapat secara konsisten menghasilkan lithium berkualitas tinggi dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi permintaan pelanggan terhadap produk elektrolit siap pakai mereka.

Desain untuk Operasional

Dengan para regulator, investor, dan masyarakat lokal yang juga turut andil dalam proyek tersebut, perusahaan mengambil langkah selanjutnya dalam transformasi dari penambangan batu bara ke pengolahan lithium dan mengubah identitas mereka dengan nama baru yaitu LithaNova.

Sekarang, LithaNova perlu membuat rancangan baru untuk pengolahan lithium berkelanjutan secepat mungkin. “Lanskap energi di seluruh dunia terus berkembang dengan sangat cepat,” Claude Gonzalez selaku General Manager mengatakan, “dan permintaan untuk lithium sangat melambung tinggi, yang mana merupakan hal bagus untuk model bisnis baru kami. Namun, dibutuhkan waktu yang tidak sedikit dan kami ingin memasarkan produk elektrolit kami sebelum produk serupa lainnya agar mendapatkan keunggulan dari sisi kompetitif. Jadi, perancangan yang cepat merupakan hal penting yang perlu diperhatikan, namun kami juga menyadari bahwa dengan permintaan lithium yang tumbuh begitu pesat, kami perlu untuk memulai produksi lebih dari satu ladang salar atau satu pabrik yang dapat mencakup semua permintaan produksi. Hal ini tentunya tidak mudah untuk perusahaan kecil seperti kami yang masih baru dalam operasi pertambangan sejenis ini.

Masalah 1: Tidak ada ruang untuk kesalahan

LithaNova menginginkan rancangan sistem yang sudah memenuhi persyaratan dan siap untuk dioperasikan, termasuk dengan seperangkat sistem kontrol dan strategi yang telah tervalidasi. “Banyak perusahaan tambang yang secara rutin merancang, membangun, menugaskan dan melakukan pemeliharaan fasilitas baru,” Claude mengatakan “Dan kami telah menerapkan hal tersebut pada operasi penambangan batu bara kami, tetapi kami tidak memiliki pengalaman dalam membangun pabrik pengolahan lithium. Kami tidak bisa melakukan kesalahan, dibutuhkan biaya yang mahal untuk memperbaiki kesalahan jika pabrik sudah mulai beroperasi. Kami perlu untuk membuat perancangan pabrik dengan benar pada percobaan pertama.”

Masalah 2: Kemampuan Untuk Meningkatkan Skala Jika diperlukan

Untuk siap menghadapi peningkatan permintaan lithium, “Kami juga mengingkan sebuah rancangan yang dapat kami gunakan lagi jika dibutuhkan untuk membangun fasilitas ekstraksi lithium baru dengan cepat dan efisien,” Claude juga mengatakan “Kemampuan untuk melakukan peningkatan dengan cepat dapat membuat kami tetap terdepan di pasaran.”

Masalah 3: Fleksibilitas yang cukup untuk mengatasi perubahan peraturan dan persyaratan

“Peraturan-peraturan lingkungan dan persyaratan lain, seperti kesehatan operator dan petunjuk keselamatan, bisa dan pasti berubah,” Ujar Claude. “Mengubah minat konsumen juga dapat merubah atau membuat persyaratan baru. Contohnya adalah konsumen baterai mulai meminta cara yang lebih mudah untuk melacak jejak karbon dari lithium sepanjang berlangsungnya proses supply chain, dimulai dengan berapa banyak jumlah karbon yang dihasilkan selama proses ekstraksi dan pengolahan. Fleksibilitas untuk mengatasi persyaratan baru atau perubahan peraturan seperti membuat data emisi karbon yang dapat dilihat oleh konsumen, hal ini  harus termasuk di dalam proses perancangan agar kami dapat memberikan rancangan yang sudah sepenuhnya sesuai dan efisien agar tetap dapat berjalan tepat waktu dan sesuai anggaran.”

Bagaimana Mereka Melakukannya

Menyiapkan komunitas kolaboratif

Claude menyiapkan komunitas di platform3DEXPERIENCE dari Dassault Systèmes untuk tim perancangan pabrik yang termasuk system designer/engineer, system manager, dan project plant/manager. Kemudian tim tersebut menggunakan platform pusat ini untuk bersama-sama memutuskan KPI dari rancangan sistem tersebut, dan untuk perancangan penyimpanan data eksternal dan internal, control/eksekusi proyek dan perihal teknis lainnya.

“kemampuan untuk bekerja sama dengan dengan menggunakan berbagai solusi yang dimiliki oleh Dassault Systèmes yang memang dirancang khusus untuk rekayasa teknik dan konstruksi, dapat membantu mengeksekusi proyek secara efisien, dengan, dengan hambatan yang sangat sedikit.” Ucap Claude.

Menerapkan Model-Based Systems Engineering (MBSE)

Tim perancangan LithaNova sejak awal memutuskan untuk menggunakan pendekatan rekayasa sistem berbasis Model-Based Systems Engineering (MBSE). The International Council on Systems Engineering mendefinisikan MBSE sebagai “aplikasi pemodelan yang diformulasikan untuk mendukung persyaratan sistem, desain, analisis, verifikasi, dan kegiatan validasi yang dimulai pada fase perancangan konseptual dan dilanjutkan sepanjang pengembangan dan fase siklus hidup selanjutnya.”