Oleh: Firouz Khodayari

Dalam postingan terakhir kami, kami mempelajari sekuensing tambang dan penjadwalan produksi, alat dan strategi untuk mencapai tujuan produksi sesuai dengan Batasan yang ditetapkan. Sekarang, mari kita bahas tentang pemantauan, evaluasi, kalibrasi, dan pentingnya pembaruan terus menerus sepanjang umur tambang.

Jadwal produksi adalah rencana, bukan realita tambang yang sedang beroperasi. Sesuatu sangat bisa terjadi. Gangguan yang tidak direncanakan menimbulkan variabilitas yang mungkin belum diantisipasi. Rencana jangka menengah dan panjang yang berhasil bergantung pada pemantauan terus menerus setelah operasi dimulai, sehingga ketika kejadian tak terduga muncul, operator memiliki waktu untuk menyesuaikan. Metode pengoptimalan simulasi dapat membantu mencapai rencana tambang yang lebih bisa diandalkan.

Keamanan dan Keberlanjutan

Block caving menghadirkan bahaya geoteknik yang memerlukan pemantauan risiko dan keselamatan untuk mempertahankan operasi yang berkelanjutan. Instrumentasi internal memonitor pore pressure, tegangan, deformasi, beban, dan perambatan cave dapat memberikan wawasan tentang stabilitas internal massa batuan serta memberikan indikator potensi kegagalan. Instrumentasi internal utama meliputi Multipoint Borehole Extensometers (MPBX), in-place inclinometer (IPI), time domain reflectometry (TDR), pemantauan seismik, kamera lubang bor terbuka, Networked Smart Marker, instrumented rock and cable bolts, embedment strain gauges, lubang bor dan New Australian Tunnelling Method (NATM), pengukur tekanan lubang bor, dan pisometer.

Instrumen eksternal digunakan untuk menguatkan informasi deformasi dan tegangan internal dan untuk memantau permukaan topografi. Instrumentasi eksternal meliputi tape extensometers, sensor jarak laser, prisma, crackmeters, pemindai laser LiDAR, dan satellite interferometric synthetic aperture radar (InSAR).

Teknologi gabungan ini memberikan wawasan yang lebih baik tentang respon tanah akibat penambangan, transparansi yang lebih besar dalam mengelola risiko, kalibrasi model numerik, dan indikator yang diperlukan untuk memastikan bahwa Cave beroperasi pada tingkat keselamatan dan produktivitas tertinggi.

KPI dan KVI

Selama masa umur tambang, block caving dapat menjadi sangat efisien secara ekonomi setelah investasi modal awal untuk infrastruktur bawah tanah. Bagaimanapun juga, Efisiensi itu tetap bergantung pada pemantauan terus menerus di seluruh tahap operasinal sehingga penyesuaian dapat dilakukan pada jadwal produksi sesuai kebutuhan.

Tingkat produksi harus dipantau, bersama dengan grade control, processing recovery, kualitas, kuantitas, efisiensi tambang, produktivitas, dan biaya operasi aktual versus perkiraan biaya dalam rencana. Jadwal produksi mengasumsikan bahwa parameter kunci tertentu adalah konstan, tetapi banyak parameter mewakili probabilitas. Misalnya, laju perkembangan menentukan jumlah maksimum drawpoint yang layak untuk dibuka pada waktu tertentu dalam lingkup jadwal yang sudah ditetapkan, ini sering disesuaikan tergantung pada rezim tegangan massa batuan di mana konstruksi akan berlangsung. Urutan konstruksi drawpoint (urutan di mana drawpoint akan dibangun) juga merupakan fungsi dari urutan undercut.

Perencanaan untuk area produksi terbuka maksimum pada waktu tertentu tergantung pada ketersediaan infrastruktur dan peralatan serta sumber daya ventilasi. Banyak drawpoint aktif mungkin akan menemui masalah operasional yang serius seperti jarak angkut yang berlebihan dan masalah yang terkait dengan pergerakan peralatan di dalam drawpoint aktif.

Sumber: 3DS Blog